Jangan lihat siapa yang bicara, lihatlah apa yang dibawa oleh pemahamannya.

Archirevo

ARSITEK WANITA JADI IBU RUMAH TANGGA? WHY NOT.

May 11th, 2008 by Firdausi

250px-wanita_indonesia.jpg

Momen Kartini, Survey di bulan april ini membuktikan bahwa sebagian perempuan di jurusan arsitektur mempunyai orientasi untuk bekerja setelah mereka lulus kuliah nanti.
Nonong: ”Nung, kita kan sudah semester akhir neh, kamu punya rencana gimana habis kita lulus kuliah nanti?”
Nunung: ”Wah, ya pasti kerja toh. Tapi masih bingung nih cari kerja dimana, pengennya jadi konsultan pandamping (KP) di proyeknya Pak silas ato ikut di biro-biro kunsultannya Pak Salaoten……(mimpi) tapi kayaknya bakalan susah deh..”

Namun…..
Suatu kali penulis kaget ketika seorang teman mengatakan bahwa setelah lulus kuliah di arsitektur, dia bercita-cita untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga saja. Selama tiga tahun lebih kuliah di jurusan teknuk ini, baru sekali ini penulis menemukan jawaban aneh bin ajaib seperti ini. Survey membuktikan, hampir semua mahasiswi di arch bercita-cita untuk menjadi wanita karir, bekerja di sebuah perusahaan besar, yang menjanjikan kekayaan berlimpah. Begitulah faktanya. Apalagi dengan sistem perkuliahan sekarang ini yang semakin berat, tugas-tugas pada mata kuliah yang hanya sebesar 3sks, diperbanyak sampai sama dengan tugas-tugas pada mata kuliah yang besarnya 6sks. Bisa dibayangkan bagaimana pusingnya mereka, yang setiap hari selalu dikejar dengan tugas gambar dan presentasi. Hal ini semakin memperkuat pandangan mereka bahwa kerja keras yang telah mereka lakukan, uang yang sudah dikeluarkan untuk biaya tugas-tugas kuliah harus bisa kembali nantinya, tidak ada lain caranya kecuali dengan menjadi seorang wanita karir.

Seorang wanita karir. Semua perusahaan tentu menginginkan laba yang besar untuk setiap produknya. Laba yang tinggi dipengaruhi oleh kinerja para stafnya, semakin berkualitas dan semakin banyak kuantitas maka semakin basra pula laba yang akan diperoleh. Oleh karena itulah banyak perusahan yang menetapkan waktu kerja dari pagi sampai sore, bahkan kalau perlu kerja lembur. Inilah kondisi wanita karir, mereka dieksploitasi dari sisi tenaga dan pikirannya. Tenaga wanita tentu berbeda dengan tenaga seorang laki-laki, tenaga laki-laki lebih kuat. Namun pada sebuah perusahaan semua ini tidak diperhitungkan, baik laki-laki maupun perempuan diperlakukan sama. Kenapa tenaga kerja perempuan saat ini sangat diminati perusahaan? Karena selain perempuan lebih mudah untuk diperas pikiran dan tenaganya, mereka cenderung diam saja alias tidak rewel. Selain itu, banyak wanita yang ditempatkan pada posisi sebagai public relation sebuah perusahaan, kenapa? Karena dengan kecantikan, kelembutan, dan kelihaiannya berbahasa…wanita akan lebih mudah untuk menarik banyak relasi, pelanggan, ataupun investor yang sebagian besar adalah laki-laki. Lagi-lagi mereka dieksploitasi untuk mendatangkan banyak keuntungan bagi perusahaan. Inilah gambaran wanita karir di jaman kapitalis sekarang.

Tertarik pada jawaban teman yang ingin menjadi ibu rumah tangga saja di atas….,
Memang, tugas wanita yang utama nantinya adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Tugas ini adalah tugas yang sangat mulia yang dibebankan pada pundak para wanita, dimana seorang ibu adalah pencetak kepribadian anaknya. Berkualitas tidaknya seorang anak sangat dipengaruhi oleh ibunya. Sangat mustahil jika seorang ibu yang sahari-harinya hanya nonton sinetron atau menggosip dengan tetangga, bisa melahirkan generasi yang tangguh. Untuk mencetak anak yang berkualitas diperlukan seorang ibu yang berkualitas pula. Sedangkan kualitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya. Kalau kita amati, cara berpikir seorang wanita yang hanya lulusan SD berbeda dengan cara berpikir wanita yang sudah lulus SMU, demikian juga dengan wanita yang hanya lulus SMU akan berbeda cara berpikirnya dengan wanita yang sudah mengenyam perguruan tinggi. Jadi wanita semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin berkualitaslah dirinya, sehingga kemampuannya untuk mencetak generasi tangguh akan semakin besar. Namun, dia juga membutuhkan suplemen yaitu ilmu tentang menjadi sosok istri dan ibu yang berkulitas.

Di sinilah peran kuliah di arsitektur, dimana kita dilatih untuk mengembangkan otak kanan dan otak kiri. Otak kanan untuk kreatifitas dan otak kiri untuk berpikir. Dengan pelatihan ini, maka kita akan semakin cerdas dan kreatif. Yang mana kecerdasan dan kekreatifan ini sangat berpengaruh pada manajemen kita nanti saat menjadi ibu rumah tangga. Tentunya kita ingin seperti sosok ibu Imam Syafi’i yang bisa melahirkan seorang tokoh yang ahli di segala bidang ilmu pengetahuan, hafidz saat usia 7tahun. Sekali lagi, lahirnya sosok Imam Syafi’i sangat dipengaruhi oleh kualitas oreangtuanya terutama Sang Ibu. Kalau saja ibu Imam Syafi’i memilih untuk bekerja sebagai wanita karir tentu beliau tidak akan sebangga bisa mendidik putranya menjadi tokoh Islam. Coba bayangkan kalau pekerjaan ibunya mendidik Imam Syafi’i diganti dengan uang, bagaimana dia mengandung, melahirkan, menyusui, mengajarkan membaca dan menulis, membentuk aqidah Islam, mengajarkannya untuk menghafal Al-Qur’an, dsb. Pasti tidak akan pernah terbayar, sangat berbeda dengan wanita karir, yang mereka bekerja siang dan malam di kantor dengan gaji beberapa juta mungkin, sedangkan pendidikan anak-anaknya hanya diserahkan pada pembantu. Oleh karena itu,pendidikan kita yang tinggi di arsitektur ini, hendaknya kita syukuri, dengan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendidik generasi yang berkualitas nantinya. Inilah yang dianjurkan dalam Islam. Sedangkan sisi kreatifitas kita yang sudah dilatih di arsitektur, bisa kita manfaatkan untuk berwirausaha di rumah…hitung-hitung untuk menambah pemasukan finansial rumah tangga. Misalnya dengan membuat berbagai macam souvenir, seperti Rumah Bikin-Bikin
yang dibuat oleh salah satu senior kita dari Bandung. Tetapi yang perlu diingat, ini adalah pekerjaan sampingan, sedangkan tugas kita yang utama adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.

Filed under artikel having

2 Responses

  1. rafeequl Says:

    luar biasa ….

  2. cherly ema Says:

    Umm,,Lukisan yang indah dipandang,,,,
    acuh tak acuh, tp pengen di perhatikan.
    seneng bgt ngeliat nya. well, i think it has own power within her. she so quite but want you us to go deep inside her to find what she has actually, she seems humble person and has a very brilliant mind as diamond you need to be calm, sit, watch, and wait then she will show you the secret of the voice knowledge of her. Thankyou for sharing…

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.