Jangan lihat siapa yang bicara, lihatlah apa yang dibawa oleh pemahamannya.

Archirevo

Larangan Simbolisasi Di SWISS

December 30th, 2009 by Rohman


 Minaret

Rakyat Swiss, lewat referendum baru-baru ini, memiih untuk melarang pembangunan menara-enara adzan, Lebih dari 57 persen rakyat mendukung larangan itu. Usulan pelarangan itu juga didukung oleh provinsi-provinsi utama,atau  kanton istilah di Swiss. Karena itu larangan itu resmi menjadi undang-undang. Pemerintah mengatakan phaknya menerima hasil itu, walaupun pemerintah menolak larangan yang diajukan oleh Parta Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.

Larangan pembangunan menara di Swiss kembali menunjukkan sikap hipokrit para pendukung nilai-nilai liberal. Di satu sisi mereka bicara tentang kebebasan beragama, bahkan sering menyerang Islam sebaai agama yang tidak toleran, tapi di sisi lain mereka melarang umat Islam membangun menara masjid

Menara=Simbolisasi Peradaban Islam

Dalam buku Arsitektur Masjid karya Ir. Achmad Fanani, sebuah masjid hakikatnya adalah sebuah tanah yang dibatasi dengan elemen tertentu dengan luasan yang mampu menampung sebuah aktivitas sholat berjamaah. Adapun luasan tanah itu dipertimbangkan sesuai dengan jumlah penduduk muslim di mana masjid itu didirikan. Dengan konsepsi ini, Rasul membuat sebuah masjid dengan hanya beralasan tanah dan dibatasi dinding sederhana serta beratap daun kurma. Namun, dengan kesederhanaan tersebut, masjid tersebut mampu menampung semua penghuni madinah saat berjamaah.

Dalam perkembangan kebudayaan Islam, mulai dilakukan pengembangan-pengembangan arsitektur masjid. Tanpa meninggalkan hakikat sebuah masjid, dimunculkan elemen-elemen arsitektural yang akan makin menegaskan status bangunan tersebut sebagai masjid. Yang semula batasan lantai masjid beralasan tanah, dijadikan beralasan lantai sehingga makin jelaslah perbedaan leveling area yang menunjukkan perbedaan fungsi sebidang tanah itu di banding tanah sekitarnya. Perkembangan selanjutnya, dibuatlah sebuah mihrab untuk menegaskan tempat seorang imam masjid saat berjamaah sekaligus sebagai alat penunjuk arah kiblat. Semula, bila muadzin ingin mengingatkan waktu sholat dengan menaiki atap masjid lalu beradzan, dalam perkembangan selanjutnya dibuatlah sebuah minaret untuk menegaskan tempat seorang muadzin. Dan begitulah seterusnya, sebuah arsitektur masjid mengalami perkembangan arsitektur yang berarti.

Tetap dalam buku arsitektur masjid karya Ir. Achmad Fanani, sebuah elemen akan menjadi sebuah symbol bila elemen tersebut memiliki kekhasan dalam fungsinya dan kekhasan asalnya. Minaret memiliki kekhasan fungsi dan asalnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, minaret muncul dari perkembangan arsitektur masjid yang berfungsi khas sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan. Dengan kekhasan ini, minaret merupakan simbolisasi peradaban Islam.

Keberadaan minaret sebagai salah satu symbol peradaban Islam sungguh sangat dipahami oleh umat Islam begitu pun umat lain tak terkecuali di negeri Swiss sekalipun. Kesadaran umat nasrani Swiss akan hal ini dicampur dengan perasaan musuh yang selalu berkobar di dalam hatinya sungguh menimbulkan penolakan yang begitu nyata atas segala symbol Islam yang bermunculan. Penolakan itu mengabaikan pemikiran-pemikiran HAM yang mereka sendiri perjuangkan. Dengan aktivitas penolakan ini yang sudah sampai pengeluaran undang-undang pelarangan tentu mendapatkan kecaman yang begitu nyata dari umat Islam Swiss dan negeri-negeri muslim lainnya. Andaikan bukan karena tak ingin melangkah lebih menyimpang dari pemikiran HAM mereka sendiri yang digembor-gemborkan sebagai penjamin kebebasan, tentu saja para pengusungnya akan melangkah lebih gila dengan melarang pembangunan masjid sekalipun. Namun, di kemudian hari jika mereka melihat perkembangan Islam – dengan banyaknya warga Swiss yang masuk agam Islam – semakin pesat, mereka akan lebih mengkhianati pemikiran mereka sendiri dengan pelarangan segala elemen lain yang mereka anggap sebagai symbol Islam. Hal ini terjadi karena kaum nasoroh membawa rasa permusuhan yang begitu sangat terhadap umat Islam sehingga mau melakukan apa saja demi penghentian perkembangan Islam meski itu harus mengkhianati pemikiran yang mereka elu-elukan sendiri. Sungguh ini sesuai dengan firman Allah yang artinya

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka Al Baqarah [2] 120

Tentu ayat ini cukup sekiranya untuk menggambarkan bagaimana sikap permusuhan yang diwujudkan oleh mereka untuk umat Islam selama-lamanya hingga hari kiamat.

Sikap Kita

Dalam lanjutan ayat di atas yang artinya

Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.Al Baqarah (2) 120

Atas segala sikap permusuhan yang diwujudkan oleh orang-orang nasrani terhadap umat islam, Allah menyuruh kita untuk tetap menyuarakan syiar Islam dengan mengatakan “ petunjuk Allah adalah benar” “ Syariah islam ada benar” “ pendirian minaret sebagai salah satu symbol peradaban Islam adalah benar secara mutlak”. Andai kita tidak melakukannya dengan menyuarakan apa yang bertentangan dengan apa yang Allah suruh karena alas an takut dunia dan takut mati maka murka Allah lah yang akan didapatkan oleh umat Islam. Murka itu ialah hilangnya lindungan dan pertolongan Allah yang diberikan untuk umat islam yang senantiasa berjuang di jalan-NYA. Dengan kata lain, dalam kasus minaret di Swiss misalnya, jika pelarangan itu kita acuhkan, apapun alasannya, maka adalah sebuah keniscayaan lagi umat nasrani akan semakin berani menciptakan larangan atas simbolisasi Islam yang lain dengan alas an yang dibuat-buat hingga tak seujung pun dari syariat Islam mudah untuk dilaksanakan di negeri Swiss. Oleh karenanya, kita harus senantiasa melakukan upaya perlawanan atas tindakan permusuhan yang nyata ini dengan menyerukan selalu syariah Islam, niscaya Allah akan menolong kita khususnya umat Islam di negeri Swiss dari jalan yang tak disangka-sangka. Wallahualam bisshawab

Filed under Uncategorized having

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.