REALITAS FUNGSI ARSITEKTUR
Arsitektur adalah ilmu tata bangunan dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dengan definisi berikut, realitas fungsi arsitektur adalah kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Dalam tulisan ini, penulis akan berusaha menyampaikan realitas praktis sesungguhnya fungsi arsitektur yang tidak pernah diungkap oleh arsitek manapun.
Sadar ataukah tidak sadar sebenarnya manusia memiliki kebutuhan hakiki yang sama. Manusia yang hidup di
Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani memiliki ciri khas
1. Kebutuhan ini muncul dari diri sendiri
2. Pemenuhannya haruslah dipenuhi sebab akan menghantarkan pada kematian bila tidak dipenuhi
Contohnya adalah makan. Kebutuhan makan muncul karena lapar dari dalam tubuh. Manusia mau tidak mau tidak bisa menghindar dari lapar apapun usahanya sebab memang tubuh manusia sendirilah yang menjadi faktor penyebab kemunculannya. Lalu, kebutuhan akan makan jika tidak dipenuhi dapat dipastikan akan menghantarkan pada kematian apapun upaya manusia untuk tidak makan.
Contoh lainnya adalah buang hajat. Kebutuhan akan buang hajat adalah muncul dari tuntutan metabolisme tubuh. Pemenuhan akan tuntutan ini bersifat pasti, sebab jika tidak dipenuhi atau ada gangguan dalam aktivitas buang hajat maka dapat dipastikan akan menghantarkan pada kematian.
Dengan realitas kebutuhan inilah manusia berusaha agar pemenuhannya terus dicapai. Demi kebutuhan makan, manusia bekerja untuk dapat membeli makanan. Demi kebutuhan makan, dibuatlah dapur, dibuatlah toko makanan, dibuatlah warung makan dan sebagainya yang berhubungan dengan makan. Dimanakah letak fungsi arsitektur ? telah jelas, fungsi arsitektur adalah memaksimalkan tatanan bangunan yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan makan. Tingkat kemaksimalan tatanan ini tergantung dengan pemakaian ilmu dan teknologi yang ada.
Hal ini juga terjadi pada kebutuhan akan buang hajat. Demi pemenuhan itu, disediakan ruang wc, dibuatlah ruko yang menyediakan alat-alat wc. Dimanakah letak fungsi arsitektur? Telah jelas juga, fungsi arsitektur adalah memaksimalkan tatanan interior ruang WC yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan akan buang hajat.
Kebutuhan Naluri
Kebutuhan naluri memiliki cirri khas
1. Kebutuhan ini muncul dari luar tubuh manusia
2. Pemenuhannya tidak harus dipenuhi sebab tidak akan menghantarkan pada kematian namun menghantarkan pada kegelisahan
Kebutuhan ini juga dipecah menjadi dua jenis turunan berdasarkan jenis faktor penyebab dan penampakannya
1. Naluri mensucikan sesuatu
Faktor luar penyebab ini adalah sesuatu yang dianggap pantas untuk disucikan sebagai Tuhan. Wujud dari naluri ini adalah penyembahan
2. Naluri melestarikan jenis
Faktor luar penyebab ini adalah sesuatu yang penting demi kelestarian makhluk hidup manusia. Wujud dari naluri ini adalah cinta, sayang, dan semacamnya
3. Naluri mempertahankan diri
Faktor luar penyebab ini adalah sesuatu yang berbahaya bagi manusia baik fisik maupun nonfisik. Wujud dari naluri adalah takut, egois, angkuh dan sebagainya
Contoh wujud naluri poin pertama dalam realitas adalah sholat. Kebutuhan akan sholat ini jika tidak dipenuhi memang tidak menyebabkan pada kematian, tapi akan menimbulkan kegelisahan dalam hati hingga ia melakukan sholat. Demi kebutuhan inilah dibangunlah tempat ibadah sholat, yakni masjid. Demi keoptimalan bangunan masjid dalam memberikan kondisi yang kondusif bagi kekhusyuan sholat, arsitektur andil dalam menatanya. Dengan ilmu dan teknologi yang ada ditatalah bangunan masjid seoptimal mungkin. Misalnya, shoalt membutuhkan ketenangan, maka ditatalah masjid – terutama di tengah jalan raya – hingga mampu menetralisir kebisingan.
Contoh wujud naluri poin kedua dalam realitas adalah cinta pada lawan jenis dan anak. Kebutuhan akan cinta jika tidak dipenuhi memang tidak menyebabkan pada kematian, tapi akan menimbulkan kegelisahan dalam hati seperti rindu, sakit hati, dan bentuk-bentuk kegelisahan lainnya. Demi kebutuhan inilah dibangunlah rumah dengan menghadirkan ruang bagi orang tua – kecintaan pada lawan jenis – dan ruang anak-anak – kecintaan pada anak-anak. Demi kenyamanan penggunaan ruang ini, arsitekturlah yang berperan. Dengan arsitektur, sebuah ruang orang tua bisa makin terasa keintimannya.
Contoh wujud nlauri poin ketiga dalam realitas adalah keinginan untuk menonjolkan dirinya yang paling berkuasa. Hal ini bisa kita saksikan pada bangunan pyramid beserta patung setengah singa setengah manusianya.
March 18th, 2009 at 12:36 pm
“Arsitektur adalah ilmu tata bangunan dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia”
“….Fungsi arsitektur adalah memaksimalkan tatanan bangunan yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan makan.”
“….fungsi arsitektur adalah memaksimalkan tatanan interior ruang WC yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan akan buang hajat”
Apakah tanpa arsitektur manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya?
Terkadang arsitektur hanya mempersulit karena memaksimalkan apa yang ada… tetapi ketika semuanya menjadi optimal mungkin akan lebih baik…