Jangan lihat siapa yang bicara, lihatlah apa yang dibawa oleh pemahamannya.

Archirevo

Sekelumit Gambaran Rumah Islamy

August 16th, 2008 by Firdausi

572879907.jpg 

Banyak sekali pasangan yang baru menempuh hidup baru bertanya pada arsitek, sebenarnya rumah yang sesuai dengan standart Islam itu seperti apa sih…?

Berikut ini adalah sedikit gambaran tentang detail sebuah rumah ideal dalam Islam:

  1. Pagar

Pembuatan pagar rumah bisa dibuat tinggi dan massif sehingga area dalam rumah tidak terlihat dari jalan, ini untuk menjaga privasi tuan rumah agar anggota keluarga perempuan bisa leluasa beraktivitas di area rumah walaupun dengan melepas jilbabnya. Namun bisa juga pagar ini dibuat standart (tidak terlalu tertutup) sehingga pekarangan atau teras rumah terlihat dari jalan. Dengan bentuk pagar yang agak terbuka ini, rumah akan terlihat lebih indah dari luar, sehingga orang yang melihat akan ikut menikmati taman di pekarangan rumah.

2. Jendela kaca

Adanya kaca jendela pada dinding ruang tamu juga dianjurkan karena jendela ini bisa bermanfaat untuk sirkulasi udara serta masuknya cahaya ke dalam rumah, ini akan membuat rumah menjadi sehat.

3. Pekarangan / taman di halaman depan rumah dan belakang rumah

Adanya pekarangan di depan rumah juga sangat dianjurkan, karena selain sebagai penambah estetika rumah, taman di depan rumah juga berfungsi sebagai penyaring debu-debu yang berasal dari jalan, juga untuk mengurangi kebisingan.

Namun, adanya desain rumah yang seperti ini ( pagar agak terbuka, adanya taman di halaman depan, jendela kaca pada ruang tamu) bukan tanpa konsekuensi. Dengan demikian area tersebut (dari taman di halaman depan sampai ruang tamu) menjadi area semiprivate, sehingga pemilik rumah harus menutup auratnya pada area ini, dan khusus bagi anggota keluarga perempuan diharuskan memakai jilbab serta kerudung. Adanya pekarangan atau taman di halaman belakang rumah mempunyai banyak keuntungan, diantaranya: bisa sebagai penghilang stress, bercengkrama bersama keluarga, selain juga berfungsi sebagai sirkulasi udara dan masuknya cahaya ke dalam rumah. Halaman belakang rumah merupakan area yang privat sehingga privasi keluarga terjaga di sini.

4. Ruang tamu

Keberadaan ruang tamu ini harus hendaknya tersekat dari ruang-ruang lain dalam rumah, sehingga tamu yang berkunjung tidak dapat melihat ruangan dalam rumah. Ini dimaksudkan agar privasi tuan rumah terjaga, jika pemilik rumah adalah seorang perempuan, maka dia bebas melepas jilbabnya dengan melakukan aktivitas apapun dalam rumah tanpa kuatir kalau tamu yang datang bisa melihatnya.

  1. Ruang halaqah

Ruangan ini bisa diletakkan di samping ruang tamu. Rasulullah mennganjurkan pada kita untuk menuntut ilmu sampai akhir nafas, halaqah maksudnya adalah sebuah pertemuan diamana ada transfer ilmu di dalamnya. Jika sang pemilik rumah adalah ahli dalam bidang Bahasa Arab, maka dia bisa mengajarkannya pada anak-anak kecil atau tetangganya di ruangan ini. Apalagi kondisi masyarakat sekarang sangat jauh dari kondisi Islamy, walaupun aqidah mereka Islam, namun masih sedikt masyarakat yang paham tentang syari’at Islam. Padahal setiap individu muslim wajib untuk mengikatkan setiap aktivitasnya dengan syari’at Islam. Jadi pengkajian syari’at Islam sangat amat penting bagi keluarga muslim, dan ruangan ini bisa dipakai untuk aktivitas tersebut dengan mengundang seorang ustadz/ustadzah atau untuk mengajarkan Islam pada tetangga dan masyarakat sekitar.

  1. Ruang keluarga

Ruang keluarga ini bisa berfungsi juga sebagai runag makan. Ruangan ini sebagai tempat bercengkrama anggota keluarga, bermusyawarah atau mendiskusikan sesuatu. Jadi antar anggota keluarga akan merasa dekat dan akrab satu dengan yang lainnya.

  1. Kamar tidur

Sebuah keluarga muslim hendaknya minimal mempunyai 3 buah kamar di dalam rumahnya, dengan rincian sebuah kamar untuk orang tuanya, sebuah kamar untuk anak laki-laki, dan sebuah kamar untuk anak perempuan. Suami berkewajiban menempatkan istri pada rumah yang layak dan juga kamar yang terlindungi. Agar berbagai aktivitas mereka, layaknya suami- istri dapat berjalan sebagaimana yang telah diatur oleh syara’. Adakalanya suami-istri ingin bercengkrama berdua tanpa kehadiran anak-anak atau anggota keluarga yang lain. Nabi saw. Juga mengharuskan para pasangan suami istri untuk menjaga aktivitas mereka, seperti hubungan suami istri, terjaga dari pendengaran dan penglihatan orang lain. Beliau bersabda:

Barang siapa yang mencuri dengar pembicaraan suatu kaum sementara hal itu tidak mereka kehendaki, maka kelak pada hari kiamat akan dituangkan cairan timah ke dalam kedua telinganya.”

Keluarga muslim juga harus memikirkan kamar tidur bagi anak-anak mereka. Agama telah memerintahkan agar anak-anak dipisahkan kamar tidurnya dari orang tua, juga anak perempuan dari anak laki-laki, pada saat usia mereka mulai menginjak 10 tahun. Rasulullah bersabda:

Ajarkanlah sholat pada anak-anakmu saat mereka berusia 7tahun, dan pukulah mereka saat mereka berumur 10 tahun, dan pisahkanlah di antara mereka tempat tidurnya.” (HR. Abu Daud)

5. Ruang shalat

Ruangan ini untuk shalat berjama’ah bagi anggota keluarga, serta untuk membiasakan anak-anak ikut shalat berjamaah bersama orangtuanya. Ruangan ini sebagai pusat untuk menghidupkan suasana Islam dalam rumah.

  1. Dapur

Keluarga muslim haruslah memiliki dapur yang sehat, dan salah satu ciri dapur sehat adalah adanya jendela. Jendela ini difungsikan sebagai sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari ke dalam dapur. Sehingga dapur tetap dalam keadaan kering (tidak lembab), dan tidak pengap (asap dari aktivitas memasak bisa keluar ruangan).

  1. Kamar mandi

Kamar mandi yang sehat adalah kamar mandi yang ada sirkulasi udaranya, terjamin privasinya, serta terjaga kebersihannya.

 

  1. Tempat mencuci

Hendaknya keluarga muslim tidak mencuci pakaian di dalam kamar mandi, namun ada ruangan tersendiri untuk mencuci, yang mana ruangan ini terbuka, sehingga tidak lembab. Tempat mencuci ini bisa menjadi satu dengan tempat menjemur pakaian, dan tempat wudhu.

 

Inilah sedikit gambaran tentang rumah untuk keluarga muslim yang ideal, sedikit tambahan…untuk menjaga keberkahan rumah, hendaknya tidak dipajang barang-barang yang berbau syirik seperti patung, dsb di dalam rumah.

 

 

 

 

Filed under Arsitektur Islam having

3 Responses

  1. islamuddin Says:

    syukran buat infonya.ini menjadi tmbhan pngtahuan buat saya dalam mendesain rumah tinggal yang sesuai untuk sebuah keluarga dengan nuansa Islami..

  2. Waskita Says:

    Sekedar saran pak, lebih baik lagi kalau kesucian lantai dari kotoran & najis dijaga. Insya Allah keberkatan lebih banyak.

  3. nangkula utaberta Says:

    saya merasa sesuai dengan visi dan misi yang coba dipropagandakan dalam blog ini dan saya merasa terpanggil untuk menyumbangkan beberapa penulisan saya untuk dibaca dan disebarkan secara meluas….mgkn bisa dijelaskan bgm caranya untuk berkontribusi dalam blog ini

    Nangkula Utaberta
    Deputy Dean
    School of Architecture & Design (SOAD)
    Legenda Education Group
    Bandar Universiti Teknologi Legenda (BUTL), Mantin 71700
    E-Mail: nangkula_arch@yahoo.com please cc to nangkula@legendagroup.edu.my
    Pemilik Web
    alhamdulillah ada yang mau ikut andil dalam perjuangan Islam ranah arsitektur. Kalau mas ingin nimbrung tulisan bisa dikirim ke ruhulrohman@gmail.com nanti akan kami edit (jika emang perlu) lalu kami publish secepatnya. Kami tunggu tulisan perjuangan Anda…

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.