Jangan lihat siapa yang bicara, lihatlah apa yang dibawa oleh pemahamannya.

Archirevo

KEDURHAKAAN ARSITEK

December 30th, 2007 by admin

panti jompo

Penjaga yang membukakan pintu gerbang bangunan di kawasan Bukit Cinere Indah, Jawa Barat, itu mengenakan seragam hijau-hijau lengkap dengan atribut kepangkatan. Mirip tentara. Begitu masuk ke lobi bangunan, kesan semula perlahan-lahan mulai luntur: sebuah panti jompo tak selalu harus kumuh, pas-pasan, dan sederhana. Ia juga bisa dihadirkan dalam sosok yang nyaman dan mewah. Sampai-sampai yang ini lebih mirip hotel berbintang kesannya.”

Arsitek. Sebuah profesi yang universal. Siapapun boleh memiliki profesi itu, termasuk seorang muslim. Arsitektur ibarat sebuah senjata. Siapapun boleh memilikinya. Hanya saja, hukum senjata terletak pada penggunaannya. Jika senjata digunakan untuk merampok keluarga maka penggunaan tersebut menjadi haram. Namun, jika senjata digunakan untuk menghancurkan kekuatan tentara dzalim, maka penggunaan senjata menjadi halal bahkan berpahala. Begitupula asitektur!

Mungkin di antara kita banyak yang berpendapat bahwa proyek apapun itu, asalkan bisa bikin desain bangunannya – apalagi jika menghasilkan uang puluhan juta – maka terima aja. Apa benar itu? Apa benar jika kita ditawari proyek apapun kita terima saja mentah mentah? Apa benar jika kita ditawari proyek diskotik kita terima saja? Apa benar jika kita ditawari proyek bangunan lokalisasi kita terima saja? Jawabannya adalah benar bagi kita yang tidak lagi mengindahkan agama dalam hati dan pikiran kita. Namun, bagi jiwa dan hati yang memiliki Islam di dalamnya tentu mengetahui bahwa ilmu akan dimintai pertanggungjawaban, tentu jawabannya jelas-jelas tidak!

Islam tidak melepas secara bebas dan liar penggunaan ilmu yang kita miliki termasuk arsitektur. Jika kita menggunakan ilmu untuk kebaikan maka pahala yang akan kita tuai dan kebaikan bagi masyarakat serta diri sendiri. Tapi jika sebaliknya maka dosa yang akan kita tuai dan keburukan bagi masyarakat serta diri sendiri. Dari sini maka, proyek tidak selamanya harus kita terima meskipun kita mampu.

Banyak proyek yang semestinya kita tidak perlu menerimaya, salah satunya adalah Panti Jompo. Mengapa? Sebab panti jompo adalah wujud Kedurhakaan Anak yang tidak mau berbakti kepada orang tuanya.

 

Panti Jompo, buah dari sistem kapitalisme sekulerisme

 

Dalam system kapitalisme sekulerisme, jiwa-jiwa materialisme bertebaran dimana-mana. Karakter jiwa materialisme ialah menjadikan segala hal atas dasar materi. Jika sesuatu itu tidak mendatangkan materi maka sesuatu itu percuma. Jika sesuatu itu mendatangkan materi maka sesuatu itu berguna. Bagi mereka – yang berjiwa materialisme – berbakti kepada kedua orang tuany dengan mengurusi kebutuhan hidupnya adalah sesuatu yang tidak mendatangkan materi. Namun, para kapitalis mengetahui bahwa orang tua pun punya hak hidup sebagaimana mereka yang masih muda. Dari sini, para kapitalis – yang memang materialis – mengambil jalan tengah yakni pendirian panti jompo. Dengan panti jompo, hak hidup orang tua terpenuhi dan beban anak bertambah lantaran mengurusi kedua orang tuanya. Padahal, orang tua adalah manusia yang tidak hanya membutuhkan hak hidup tapi juga hak kasih sayang.

Pada hakikatnya, panti jompo bukanlah rumah para orang tua. Bagaimana mungkin itu menjadi umah mereka, padahal tempat itulah yang telah menyebabkan mereka tidak lagi memiliki hak untuk memimpi dan mendapatkan bakti dai anak-anaknya. Bagaimana mungkin panti itu menjadi rumah mereka, sementaa tempat itulah yang menjadi penyebab terputusnya hubungan kekeluargaan dan tidak adanya pengakuan terhadap keutamaan oang tua. Bagaimana mungkin panti itu menjadi umah mereka, sementara panti itulah yang menjadi salah satu pintu bagi hancurnya kemuliaan manusia. Mereka sengaja dibiarkan mati secara p[erlahan-lahan di bangunan-bangunan yang telihat dari luar sebagai bangunan-bangunan yang penuh kasih saying, namun ternyata di dalamnya penuh dengan siksaan psikologis yang begitu berat, penuh dengan kegetiran dan keputusasaan karena merasa jauh dari keluaga. Inilah solusi yang diberikan kapitalisme. Solusi yang merendahkan nilai kemanusiaan!

 

Durhaka

Diriwayatkan dari abu Hurairah bahwa nabi bersabda yang artinya

Sungguh celaka; sungguh celaka; sungguh celaka!” seseorang betanya “Siapa yang celaka, wahai rasulullah?”Rasulullah menjawab “Barangsiapa yang sempat bertemu dengan kedua orang tuanya, ketika salah satunya atau kedua-duanya telah tua, tetapi dia tidak bisa masuk surga (karena tidak bebakti kepada mereka)”

Dari sini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa panti jompo adalah salah satu bentuk kedurhakaan bahkan kedurhakaan terbesar lantaran tidak mungkin ada bakti atau kemuliaan bagi orangtua dari anaknya di dalam panti jompo. Siapa saja yang andil dalam kedurhakaan ini secara langsung? Semua yang terlibat dalam pendirian panti jompo. Sungguh, Allah telah berfirman yang artinya:

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, serta janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa atau pelanggaran” (Al Maidah:2)

Maka, siapa saja yang mendanai berdirinya panti ini juga ikut imbas kedurhakaan. Begitupula Negara yang memberi izin atas berdirinya panti jompo ini. Dan tidak lupa, sang arsitek pun ikut andil dalam kedurhakaan sebab tanpa dia mana mungkin rancangan bangunan dibuat.

Dari sini, maka sang arsitek khususnya yang muslim harus mengetahui betul pentingnya berbakti kepada orang tua dan buruknya mendurhakai keduanya. Sang arsitek juga harus mengetahui bahwa ikut andilnya ia dalam merancang suatu bangunan yang jelas-jelas itu menimbulkan dosa ikut andil pula ia dalam perbuatan dosa itu. Oleh karena itu, seorang arsitek muslim harus memiliki standar-standar yang digunakannya untuk mengambil atau tidak atas proyek yang ditawarkan yang salah satunya adalah tidak boleh menolong merancang bangunan yang fungsinya jelas untuk berbuat maksiat kepada Allah.

 

Khatimah

Sungguh telah jelas kebenaran dan kebatilan yang tulisan ini ungkapkan. Tinggal, Anda semua mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan nyata sebagai seorang arsitek. Memang, dalam kondisi dimana Islam tidak lagi diterapkan di dunia, memang berat memegang Islam secara menyeluruh dengan ketegaran hati ibarat memegang bara api. Namun, mau tidak mau bagi kita yang tidak ingin tersesat dalam menjalani hidup ini harus memegang bara api itu sebab jika tidak maka api itu akan padam dan tidak lagi menyinari langkah kita. Akibatnyua, kita tersesat di dalam dunia, dan sungguh kehidupan sempitlah yang akan kita tuai

Di lain sisi kita membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup kita, di sisi lain kita harus memegang teguh Islam di setiap kondisi. Memang berat! Tapi jika kita memegang teguh Islam maka kebaikan kembali pada diri kita. Namun, bila kita justru melepas Islam sebagai pedoman demi kehidupan duniawi yang sesaat maka nantikanlah kehidupan yang sempit akan menimpa kita. Yang manakah yang kita pilih? Itu berada di tangan kita!

Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu baangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Thaha : 123-124)

 

Filed under Vitamin Arsitek having

12 Responses

  1. al quds Says:

    kok bisa anda simpulkan bahwa panti jompo itu mutlak dari dampak kapitalizm? gimana dengan mereka2 yang dah tua tapi tiada miliki anak?kalo gak ditaruh di panti mau ditampung dimana?di rumahmu,mau?

  2. al quds Says:

    koq bisa anda katakan bahwa panti jompo itu mutlak buah hasil capitalizm?gimana dengan orang2 yang dah tua dan tiada miliki anak bertempat tinggal kalo gak di panti?di rumah mu?

  3. owner :) Says:

    @ al quds (pake nama al quds tapi komentarnya kayak gitu)

    masak mereka g punya keluarga blas!!
    pasti ada lah kerabat keluarga entah itu keluarga dekat atau keluarga jauuuuh…

    lagian, yang layak diperhatikan itu pemanfaatan dari panti jompo itu sendiri.
    lihat sendiri kan sekarang fakta panti jompo itu kayak gimana..
    yang ditaruh di panti jompo itu bukan orang2 tua yang g punya anak,
    tapi mereka justru orang2 yang punya anak & kerabat,
    tetapi anak & kerabat mereka sudah g sudi lagi merawat orang tuanya.

    dalam Daulah, orang2 tua yang g punya anak yang bisa merawat mereka, akan dipelihara oleh Daulah itu sendiri,
    salah satunya melalui rumah khusus orang2 tua yang TIDAK MEMILIKI ANAK & SAUDARA SERTA TIDAK MAMPU,

    tapi jangan disamakan dengan panti jompo yang ada saat ini ya,

    selain itu panti jompo saat ini bukan didirikan oleh negara, tapi didirikan oleh yayasan2, terserah mau yayasan apa…
    & tujuan utamanya bukan merawat orang tua yang ada disana,
    tetapi demi mencari rupiah,
    inilah efek dari kapitalisme…

    so..
    Saatnya KHILAFAH Memimpin DUNIA

    :) :) :)

    bukannya pamer, tapi sejarah membuktikan bahwa walaupun anda nanti kalau sudah tua (misal ga punya uang dan ga punya anak…..takdir Allah siapa yang tahu), hidup anda akan tetap terjamin, karena daulah akan benar2 memberikan perlindungan pada rakyatnya termasuk orang2 jompo.

  4. al quds Says:

    hmmm betul skali, bahwasanya daulah yang wajib urusi para lanjut usia jikalau tiada sanak keluarga…tapi yang jadi catatan ialah bukan masalah namanya itu panti jompo atau apalah(dikhwatirkan penggunaan istilah akan menjadikan sesorang berpikir ter-frame-kan terhadap istilah tsb, shngga bila ada pnggntian istilah lain bs dsbt bkan panti jompo meski karakter fungsinya sama dgn panti jompo) namun yang harus dilihat sbg bentuk daya kepaekaan ialah imej global yang membungkus apa2 yang ada dlm produknya.contoh:panti jompo=produk,sedangkn kapitalizm-skulerizm=imej globalnya…sory atas komentar yang kasar(sbnarny ini sbg pemanasan otak saja he3x)smoga tmbah kritis

  5. alquds Says:

    utk kmentar OWNER ttg alquds:”al quds (pake nama al quds tapi komentarnya kayak gitu)”,maaf bknny mnggurui,tapi KELUHAN ANDA ttg karakter ssorng mencerminkn bhwa anda tak siap tatapmuka maupun tatap tempur dengan multi karakter yang mewarnai khdupan ini..maaf ya.damai…

  6. Abdullah Says:

    Assalamualaikum
    sebuah nama menunjukkan sifat, karakter dan hal-hal apa saja yang berkenaan dengan objek yang dinamai itu. Adalah sebuah kebodohan jika objeknya susu tapi dinamai madu, adalah bodoh jika objeknya motor tapi dinamai pesawat. Terlebih lagi jika nama seseorang. Nama seseorang seharusnya memberikan karakter yang sama dengan orang tersebut. Oleh karena itu Islam memberikan kewajiban pada orang tua untuk memberikan nama yang baik untuk anak-anaknya dengan harapan sifat anak itu seperti namanya. Oleh karenaitu, jangan sembarangan memakai nama jika toh pada akhirnya tidak bisa sesuai dengan nama yang disandang.
    wassalamualaikum

  7. Rullan Says:

    Anda pintar sekali. Tetapi cara anda menanggapi comment terlalu kasar. Boleh tahu anda lulusan mana?

  8. hamzah Says:

    Ass. Wr. Wb
    Ada beberapa hal yang terjadi pada masyarakat kapitalisme:
    1. Hancurnya kehidupan keluarga.
    2. Hancurnya ikatan individu-individu dalam keluarga.
    3. Hancurnya ikatan antar keluarga.
    Beberapa hal diatas jika terjadi pada masyarakat kita walaupun mayoritas beragama islam tetapi kondisinya

    bercirikan masyarakat kapitalis memang membutuhkan panti jompo.
    Sehingga dalam masyarakat islam hal-hal yang harus terpelihara:
    1. Ikatan pernikahan.
    2. Ikatan persaudaraan.
    3. Ikatan Keluarga.
    4. Ikatan Aqidah.
    5. Ikatan Syari’ah dalam kehidupan.
    6. Ikatan Masyarakat.
    7. Ikatan dalam naungan daulah.
    Ikatan-ikatan inilah sebagai power kehidupan islam. Pernah seorang sahabat Rosul meminjam uang pada

    sahabatnya Abdurrahman bin ‘Auf , beliau berkata: Jika sepeninggalku belum terbayarkan mintalah pada

    keluargaku, jika belum terbayarkan mintalah pada familiku, jika belum terbayarkan mintalah pada

    masyarakatku jika masih belum terbayarkan mintalah dari baitul Mal. Inilah hakikat masyarakat islam dan bisa

    terwujud bila masih memiliki ikatan-ikatan tadi.

  9. Lathiyfah Says:

    Waaah,.. reme..

    Hati-hati jangan sampai terjerumus dalam perdebatan yang tidak bermanfaat.

    Tanya donk! klo dalam daulah Islamiyah kan orang tua ada yg nanggung tuh. tapi, kalo kaya’ sekarang kita dipimpin oleh sistem kuffar seperti apa?

    trus orang-orang tua siapa donk yang ngurusin?

    lathiyfah.multiply.com

  10. firdausi Says:

    salam perjuangan buat lathiyfah!
    jazakillah atas semua komentnya di website archirevo…:)

    memang ketika daulah Islamiyah sudah berdiri lagi nanti, tidak ada yang perlu kita kuatirkan karena semuanya insyaAllah akan terjamin, baik kesehatan, pendidikan, maupun kehidupan para lansia yang kurang mampu. Kalo sekarang yang berkuasa adalah sistem kapitalis-liberal,sehingga untuk bayar uang kos saja kita bingung(terutama saya..),belum lagi ntar kalo sudah punya anak bingung mikirin harga SPP mahal ataupun kesulitan untuk membentengi pergaulan mereka, truz belum lagi kalo kita sudah tua (jika tidak punya runah, mikirin mau tinggal dimana…).Maka kita harus mengubahnya.

    Sistem kuffar ini membuat hidup kita semakin sempit dan terhimpit,dan mati secara perlahan…inilah yang sekarang terjadi di negara kita.

    Islam mewajibkan kita untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu tidak ada kata lain bagi kita selain berusaha untuk merubah kondisi yang ada sekarang ini, merubahnya menjadi kondisi dimana syari’at Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
    Ada hadist yang terkenal, bahwa “Pemimpin para syuhada’ adalah Hamzah dan seorang mukmin yang menyeru kebenaran pada penguasa, kemudian dia terbunuh karenanya.”
    Tentunya kita sangat ingin menjadi seorang mukmin yang dimaksud dalam hadist tersebut…menjadi pemimpin para syuhada’. So…be istiqomah untuk terus memperjuangkan Islam baik lewat lisan maupun tulisan, dan serulah penguasa agar tidak cuma menjadi budhak orang-orang kapitlis barat, tapi mampu menjadikan bangsa ini mandiri dengan Islam.

    InsyaAllah…dengan perjuangan kita, dengan pertolongan Allah…daulah Islam akan segera berdiri, sehingga kita tidak akan bertanya-tanya siapa yang akan mengurusi para lansia.

    Kalo kondisinya seperti sekarang, maka kita hanya bisa membantu secara individual, misal dengan meminta mereka untuk tinggal di rumah kita, dsb. tapi itu bukan solusi yang ideal.

  11. Satrio Says:

    assalamu’alaykum,,

    wah baru bahasa satu masalah aja ramenya kayak gini,,

    skedar kritik bang admin, bukankah kita kalo dakwah musti pake kata2 yg baik,, terlebih ama sodara kita sendiri,, akan lebih baik kiranya kalo bang admin menjawab kritik tanpa komentar yg ga perlu..
    [@ al quds (pake nama al quds tapi komentarnya kayak gitu)]

    lagipula pernyataan ini:
    [masak mereka g punya keluarga blas!!

    pasti ada lah kerabat keluarga entah itu keluarga dekat atau keluarga jauuuuh…]

    adalah bukan suatu hal yg mustahil ada orang2 tua yang sebatang kara dan sudah berkalang tanah…

    Pemilik Web
    Dalam sistem Khilafah - yang insya Allah segera berdiri - orang-orang tua yang tidak memiliki satu pun kerabat sedangkan ia tidaklah mampu mengurus dirinya sendiri - mungkin karena gila, cacat mental, dsb - , maka sang khalifah akan mengutus seorang wali yang akan mengurusnya di rumahnya sendiri. Wali itu bisa diambil dari masyarakat di sekitarnya. Untuk lengkapnya, insya Allah pada tulisan berikutnya. Jazakallah atas komentarnya

  12. risca Says:

    assalamm’ualaikum
    slm knl tuk smua saudara2′q…
    agghhh….
    ne dia y nm’y apresiasi dlm sebuah arsitekture…
    bg rc mah y nm’y tanggapan,
    sah2 aja
    bs bener n bs slh
    tergantung dr sudut mn kita memendang
    asalkan berbicara memiliki dasar y kuat
    soow…
    i think …
    why not !!!^_^

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.