Archives Posts
Arsitektur Si Petanda
Seorang pengembara di alam bebas tatkala melihat kepulan asap sedikit di kejauhan maka ia memperkirakan adanya kehidupan di sekitarnya. Asosiasinya mengatakan bahwa kepulan asap bersumber dari adanya api. Api tersebut bias berasal dari kejadian alami, petir yang menyambar pohon kemudian menimbulkan kebakaran semak-semak, misalnya, atau dari aktivitas kehidupan manusia: berdiang, memasak, dan sebagainya. Asap bagi si pengembara merupakan sebuah petanda akan adanya sesuatu di balik gejala itu sendiri. Seseorang pengguna jalan raya akan berhenti apabila melihat lampu merah pada sebuah trafficlight sedang menyala. Atau si pengendara akan berjalan dengan hati-hati bila melihat lampu kuning di bagian belakang kendaraan yang berjalan di depannya menyala berkedip. Denting bel pada pintu rumah menandai bahwa ada seseorang di depan yang ingin bertemu dengan penghuni rumah. Bunyi bel yang disusul turunnya palang pintu pada lintasan kereta api menandai sebentar lagi kendaraan tersebut akan lewat. Kumandang suara azan menandai bahwa waktu shalat telah tiba dan ketika iqamah dilantunkan mengisyaratkan ibadah berjamaah akan segera dimulai. Asap, lampu lalu lintas di persimpangan, lampu pada kendaraan, hingga suara iqamah dari masjid, semua merupakan petanda. Isyarat (sign) merupakan bagian dari system symbol. Dengan sendirinya kedudukannya tidak setinggi atau sekuat symbol. Meskipun demikian, sebagai keluarga symbol, isyarat memenuhi keinginan untuk menyampaikan sesuatu dengan cara tidak langsung atau tersembunyi dengan hanya memberi suatu tanda
Read the rest of this entry »