Suatu ketika, Baginda Nabi Muhammad SAW mendapat hadiah harta dari kaum Fadak yang dibawa oleh empat ekor unta. Saat itu, kebetulan Beliau memiliki sejumlah utang kepada seorang musyrik yang sudah jatuh tempo. Bilal-yang selama ini melalui dialah Nabi SAW memperoleh pinjaman dari orang musyrik itu-segera Beliau tugasi untuk membayarkan utang tersebut, sementara Beliau menunggu di masjid.
Rakyat Swiss, lewat referendum baru-baru ini, memiih untuk melarang pembangunan menara-enara adzan, Lebih dari 57 persen rakyat mendukung larangan itu. Usulan pelarangan itu juga didukung oleh provinsi-provinsi utama,atau kanton istilah di Swiss. Karena itu larangan itu resmi menjadi undang-undang. Pemerintah mengatakan phaknya menerima hasil itu, walaupun pemerintah menolak larangan yang diajukan oleh Parta Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.
Seorang pengembara di alam bebas tatkala melihat kepulan asap sedikit di kejauhan maka ia memperkirakan adanya kehidupan di sekitarnya. Asosiasinya mengatakan bahwa kepulan asap bersumber dari adanya api. Api tersebut bias berasal dari kejadian alami, petir yang menyambar pohon kemudian menimbulkan kebakaran semak-semak, misalnya, atau dari aktivitas kehidupan manusia: berdiang, memasak, dan sebagainya. Asap bagi si pengembara merupakan sebuah petanda akan adanya sesuatu di balik gejala itu sendiri. Seseorang pengguna jalan raya akan berhenti apabila melihat lampu merah pada sebuah trafficlight sedang menyala. Atau si pengendara akan berjalan dengan hati-hati bila melihat lampu kuning di bagian belakang kendaraan yang berjalan di depannya menyala berkedip. Denting bel pada pintu rumah menandai bahwa ada seseorang di depan yang ingin bertemu dengan penghuni rumah. Bunyi bel yang disusul turunnya palang pintu pada lintasan kereta api menandai sebentar lagi kendaraan tersebut akan lewat. Kumandang suara azan menandai bahwa waktu shalat telah tiba dan ketika iqamah dilantunkan mengisyaratkan ibadah berjamaah akan segera dimulai. Asap, lampu lalu lintas di persimpangan, lampu pada kendaraan, hingga suara iqamah dari masjid, semua merupakan petanda. Isyarat (sign) merupakan bagian dari system symbol. Dengan sendirinya kedudukannya tidak setinggi atau sekuat symbol. Meskipun demikian, sebagaikeluarga symbol, isyarat memenuhi keinginan untuk menyampaikan sesuatu dengan cara tidak langsung atau tersembunyi dengan hanya memberi suatu tanda
Dalam perkuliahan Teori Arsitektur, seorang dosen yang telah bergelar professor pernah menjelaskan pengetahuan berkenaan Konteks di dalam Arsitektur. Sekedar menyegarkan ingatan, yang dimaksud dengan Konteks adalah ‘lingkungan’ yang dijadikan tempat bagi/dalam membincangkan sesuatu pandangan/pemikiran. Konteks bisa memiliki penafsiran yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh banyak faktor, yang semuanya benar. Sebagai contoh: arsitektur, bisa bermakna wadah atas kegiatan manusia, jelek tapi bagus, dan sebagainya. Semua pengertian tentang arsitektur di atas adalah benar, tidak ada yang salah. Agar pembahasan tentang konteks ini lebih mudah dipahami, maka profesor tersebut mengambil beberapa studi kasus yang beliau rasa mewakili Konteks ini dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya: ponari, soal ujian, dan dosa.
Arsitektur dengan definisinya sebagai ilmu tata bangunan demi pemenuhan kebutuhan manusia adalah pengertian universal bagi semua. Siapapun bisa menggunakannya, apapun agamanya apapun ideologinya. Meski demikian, nilai-nilai tertentu bisa mampu mewarnai pengertian umum dari arsitektur ini sehingga tidak bebas nilai. Disinilah letak pentingnya kita tahu seperti apakah peradaban Islam dalam mewarnai arsitektur untuk kita gunakan dan banggakan. Dan disinilah letak pentingnya kita tahu seperti apakah peradaban Barat agar kita menjauhinya bahkan membuangnya.
Artikel ini akan berbicara tentang suatu masalah yang sangat penting bagi kenyamanan kita dalam mendiami sebuah perumahan. Masalah tersebut adalah masalah kenyamanan termal dalam suatu bangunan. Kenyamanan termal berhubungan dengan bagaimana suhu di dalam rumah sesuai dan nyaman untuk dihuni melalui pengaturan sirkulasi udara dan pengudaraan di dalam ruangan. Pembahasannya sendiri akan terbagi atas perancangan sebuah blok bangunan dalam sebuah perumahan, perancangan sebuah rumah yang mempengaruhi kenyamanan penghuninya dan pemilihan material bagi pembangunan sebuah rumah.
Arsitektur adalah ilmu tata bangunan dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dengan definisi berikut, realitas fungsi arsitektur adalah kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Dalam tulisan ini, penulis akan berusaha menyampaikan realitas praktis sesungguhnya fungsi arsitektur yang tidak pernah diungkap oleh arsitek manapun. Read the rest of this entry »
Di antara polemic di dalam ranah arsitektur adalah definisi arsitektur itu sendiri. Banyak sudut pandang dalam mendefinisikannya, sehingga kita mendapati berbagai macam definisi arsitektur. Saking banyaknya, tidak jarang mahasiswa atau siapapun yang mencoba mempelajari arsitektur bingung. Selain kebingungan itu, banyaknya ragam definisi yang satu sama lain bahkan saling bertolak belakang berimplikasi pada penilaian pada bangunan. Dalam satu objek bangunan saja – akibat banyaknya sudut pandang – menimbulkan penafsiran yang berbeda – ada yang mengatakan bangunan berarsitektur indah, yang lain mengatakan tidak layak sebagai bangunan arsitektur.
Dewasa ini banyak pembangunan masjid dengan ukuran yang besar, berskala monumental dengan ornamentasi dan hiasan-hiasan yang mahal serta bergaya Timur Tengah. Ide dan perancangan seperti ini biasanya berakar dari pemahaman sang arsitek terhadap ide masjid sebagai rumah Tuhan. Ide masjid sebagai rumah Tuhan berusaha memposisikan masjid sebagai tempat beribadah, berkontemplasi dan tempat bertemunya seorang hamba dengan Tuhannya. Artikel ini akan berusaha menjelaskan apa sebenarnya konsep rumah Tuhan dan bagaimana implikasinya terhadap perancangan sebuah masjid disamping berusaha memberikan tentang fungsi dan peranan dari masjid pada masyarakat Muslim di jaman Nabi Muhammad SAW.
Setiap tahunnya kebutuhan akan rumah di Indonesia mencapai 4-5 juta rumah, sementara kemampuan pihak pemerintah maupun swasta untuk memenuhinya kurang dari lima ratus ribu per tahun. Itulah sebabnya kemudian dikeluarkan berbagai program rumah murah dalam bentuk perumnas dan rumah susun bagi masyarakat ekonomi lemah. Namun sayangnya usaha pemenuhan kebutuhan akan perumahan, baik yang dilakukan oleh pemerintah melalui proyek rumah susun dan RSS-nya atau pihak swasta dengan berbagai inovasi perumahannya seringkali mengabaikan beberapa kebutuhan mendasar yang sangat penting terutama bagi keselamatan anak-anak kita. Tulisan ini merupakan suatu bentuk keprihatinan penulis akan kurangnya perhatian dari para arsitek, kontraktor maupun para pengambil kebijakan dalam memperhatikan masalah keselamatan anak, sekaligus sebuah peringatan kepada para orang tua sebagai bagian dari konsumen produk pihak-pihak tersebut agar lebih hati-hati dalam memilih produk rumah yang akan mereka gunakan. Ada dua masalah utama yang akan coba penulis kemukakan berkaitan dengan masalah keselamatan dalam perumahan kita dewasa ini. Yang pertama adalah kurang diperhatikannya pengaman pada bangunan perumahan (rumah susun atau apartemen) yang dirancang bertingkat sehingga banyak menimbulkan kecelakaan (terutama pada anak-anak) dan masalah perancangan perumahan dengan penyusunan rumah serta pola jalan yang membahayakan keselamatan anak-anak kita.